- Blog Azadea Azzahra: 2018

Senin, 07 Mei 2018

Risiko kanker otak pada orang beralergi lebih kecil

Risiko kanker otak pada orang beralergi lebih kecil,- Peneliti Amerika Serikat mengatakan bahwa orang yang memiliki alergi memiliki risiko terserang tumor otak lebih rendah. Judith Schwartzbaum, seorang profesor epidemologi di Universitas Ohio, mengatakan pria dan wanita yang pada sampel darahnya memiliki alergi berpotensi mempunyai glioma lebih kecil. Potensi tersebut mencapai angka 50 persen lebih kecil dibandingkan yang tidak memiliki alergi.

Informasi dari The Age (07/08) glioma dikenal mampu melemahkan sistem imun. Keberadaan glioma pada tubuh menyebabkan potensi tumbuhnya tumor atau kanker lebih besar.

Penelitian yang diterbitkan pada National Cancer Institute, Amerika, juga menyebutkan risiko kanker otak pada wanita beralergi lebih rendah dibanding pria beralergi.

Para peneliti telah mengumpulkan sampel dari orang yang belum memiliki glioma pada beberapa dasawarsa lalu. Dari sampel itulah data mengenai keterkaitan alergi dan glioma didapat. "Boleh jadi sistem imun yang lebih tinggi orang beralergi mampu menekan efek dari glioma" kata Schawrtbaum pada pernyataannya.

Ketidakberadaan alergi masih menjadi faktor terkuat pada kehadiran tumor otak. Namun Schartzbaum mengakui bahwa masih banyak yang perlu diteliti untuk hasil yang lebih akurat.

Baca juga :


Jumat, 06 April 2018

Bosan dengan kerjaan? Hati-hati, kesehatan otak terancam

Bosan dengan kerjaan? Hati-hati, kesehatan otak terancam,- Sebagai manusia yang masuk ke dalam usia produktif, tentu saja hari-harimu diisi dengan pekerjaan. Baik itu pekerjaan formal maupun informal. Pada awal mendapatkan pekerjaan tersebut, tentu kamu merasa bersemangat. Namun setelah dijalankan selama bertahun-tahun, adalah hal yang wajar jika kamu merasa bosan. Kebosanan ini ditandai dengan mandeknya ide dan perasaan malas untuk mengerjakan.

Bosan dengan kerjaan yang setiap hari kamu lakukan tak hanya mengancam produktivitasmu saja. Sebab kesehatan otak dan kemampuan otak untuk bekerja juga ikut menurun. Sebuah penelitian mengungkapkan hal tersebut.

"Kita semua pasti pernah merasa bosan dengan pekerjaan harian yang kita lakukan. Penelitian menemukan bahwa kurangnya stimulasi atau tantangan saat bekerja memiliki efek jangka panjang pada kesehatan otak," ungkap penelitian ini.

"Para psikolog mengatakan bahwa otak adalah otot. Dan saat tidak dilatih dengan baik lewat berpikir atau memecahkan masalah, maka kemampuan kognitifnya di masa mendatang akan berkurang."

Penelitian yang juga dipublikasikan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine ini menyarankan walaupun pekerjaanmu membosankan, kamu harus tetap mengasah otakmu untuk berpikir. Sebab otak yang tumpul tak hanya menurunkan kecerdasanmu namun juga bisa mengundang datangnya penyakit membahayakan sepeti Alzheimer atau demensia.

Senin, 02 April 2018

Berikut Ketahui Gejala Tumor Otak pada Bayi

Berikut Ketahui Gejala Tumor Otak pada Bayi,- Apakah Anda merasa kepala bayi membesar, gerakan anggota badan yang tidak normal, dan sering muntah? Bisa jadi bayi Anda mengalami penyakit serius. Bayi Anda mungkin mengidap penyakit tumor otak dan perlu segera ditangani oleh dokter.

tumor otak merupakan sebuah penyakit yang akan berpengaruh pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi. Tumor otak merupakan gumpalan sel-sel otak yang tumbuh secara berlebihan dan tidak normal. Ketika gumpalan tersebut membesar, akan menekan daerah lain di otak yang akan memengaruhi fungsi otak.

Penelitian dan ilmu kedokteran belum mengetahui secara pasti penyebab dari tumor otak pada bayi. Tetapi beberapa peneliti percaya tumor ini terjadi karena faktor genetik dan lingkungan. Bagaimana Anda tahu jika bayi anda terkena tumor otak? Berikut ini beberapa gejala yang nampak pada bayi yang mengidap tumor otak.

Bayi tidak mampu untuk menggerakan anggota badan, seperti wajah, lengan, badan, dan kaki.
Bayi sulit untuk melakukan gerakan normal.
Bayi sering menangis.
Kepala bayi yang cepat membesar.
Bayi sering muntah

Tumor otak pada bayi apat disembuhkan jika diobati sejak dini. Segeralah meminta bantuan medis dan mengikuti prosedur pengobatan. Dengan begitu, bayi Anda akan memiliki peluang untuk hidup normal dan bahagia.

Jumat, 30 Maret 2018

Ketahui Tubuh bisa hancurkan sel kanker tanpa obat

Ketahui Tubuh bisa hancurkan sel kanker tanpa obat,- Peneliti telah membuat terobosan baru dengan menemukan bahwa tubuh ternyata bisa menghancurkan sel kanker tanpa bantuan obat. Mereka menemukan sebuah molekul yang bisa mengaktifkan protein penyerang kanker dalam tubuh.

Protein TIC10 digunakan untuk mengaktifkan gen TRAIL yang bisa menekan pertumbuhan tumor dengan bantuan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh bertugas mencari sel kanker yang ada dalam tubuh.

TRAIL sendiri sebenarnya telah digunakan dalam kinerja sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak akan beracun untuk tubuh seperti kemoterapi ataupun radioterapi.

Selain itu, TIC10 yang berukuran kecil akan lebih efektif dalam proses penemuan sel kanker karena bisa melewati halangan pada otak yang memisahkan sistem sirkulasi dan otak. Penghalang ini biasanya mencegah obat kanker untuk masuk ke otak sehingga membuat pengobatan kanker otak menjadi terhambat.

"Kami sama sekali tak menyangka bahwa molekul ini bisa mengobati kanker otak, ini kejutan," ungkap ketua peneliti Wafil El-Deiry dari Pennsylvania State University.

Meski penelitian ini baru berhasil diujikan pada tikus laboratorium, namun El Deiry percaya diri pendekatan ini bisa berhasil untuk manusia.

Saat ini peneliti berusaha mengembangkan cara ini agar bisa digunakan pada manusia dalam bentuk terapi kanker yang efektif dan selektif. Jika berhasil, di masa depan bisa jadi pasien kanker tak memerlukan obat untuk menyembuhkan mereka.